Liputan : Seminar Sehari bersama Walikota Banjarmasin “Ibnu Sina”

STIMI-3

Pada hari Selasa, 15 maret 2016 dilaksanakan kegiatan Seminar sehari dalam rangka Dies Natalis XXXII dan Wisuda Sarjana XXVI Stimi Banjarmasin bertema “Peran aktif Perguruan Tinggi dalam pengembangan potensi di tingkat kelurahan/desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Acara ini dilaksanakan di Gedung Aula STIMI Banjarmasin Lantai III, dan sebagai Nara sumber adalah Bapak Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, dan juga dari kalangan Akademisi sebagai Narasumber adalah Prof. Dr. Suhartono SE., MM. sebagai Dosen dari PERBANAS Surabaya. Acara ini dihadiri dari kalangan akademisi seperti Dosen & Mahasiswa dilingkungan wilayah Banjarmasin serta para Lurah dan camat beserta jajarannya dilingkungan Banjarmasin.

Ketua STIMI Banjarmasin Drs. H. Gusti Suryasari R, MM. menjelaskan “Pemilihan tema tersebut adalah menindaklanjuti program kelembagaan desa dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang menggandeng 12 Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia dalam Penguatan Program Kelembagaan Desa Tertinggal di  Perguruan Tinggi pada September 2015 lalu,” Menurutnya, pemilihan perguruan tinggi dilakukan oleh Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi secara random. “Untuk perguruan tinggi di Kalsel, STIMI Banjarmasin dan Unlam yang terpilih,”

Tujuan program ini untuk mengoptimalkan keterlibatan masyarakat kampus atau mahasiswa. “Mengajak mahasiswa dan civitas akademika kembali terjun ke desa. Masyarakat kampus akan dapat ikut membangun desa.

Di tempat yang sama Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan, ada kabar baik bagi pambakal desa yang menjabat hingga saat ini, Pemerintah Pusat akan menggelontorkan dana Desa sebesar 1 miliar/desa. “Meski ini akan menimbulkan kecemberuan sosial antara kepala desa dengan pambakal. Karena di Banjarmasin tidak ada desa, maka dana akan dihibahkan kepada pambakal,” jelasnya.

Jika ini terealisasi maka Desa bisa membangun dirinya sendiri, sudah menjadi subjek bukan objek. Untuk daerah pelosok dan daerah perbatasan yang kualitas SDM-nya rendah tentu akan membutuhkan perhatian lebih.

Tidak mungkin proses pembangunan di desa-desa ini akan terwujud jika hanya dilakukan dan diawasi oleh pambakal desa saja.  dari ribuan desa tentu membutuhkan banyak tenaga terampil yang bisa diandalkan dalam membantu dan mengawal penggunaan dana desa.

“Dalam hal ini diperlukan orang-orang profesional yang cerdas dan siap mengawal dan mendampingi proses pembangunan di tiap tiap desa secara penuh,” ujar Ibnu.

Semoga dengan dikucurkannya dana desa yang didampingi pendamping-pendamping desa ini dapat menjadikan pembangunan berjalan cepat dan merata dan diharapkan pula tidak ada lagi daerah tertinggal.

1. Registrasi Para Undangan & Peserta Seminar

DSC_0012

2. Ketua STIMI Banjarmasin, Drs. H. Gusti Suryasari R, MM. memberikan Sambutan dalam Acara Seminar Sehari

DSC_0028

3. Para Peserta Undangan dari Akademisi terlihat tampak serius mendengarkan paparan

DSC_0035

4. Para Undangan, Lurah, Camat, Mahasiswa, dan Dosen sedang serius memperhatikan jalannya acara

DSC_0030

5. Para Lurah dan Camat Serta Mahasiswa sebagai Undangan

DSC_0022